Pengertian memori Mnemonik
Ilmuwan Yunani kuno menyatakan bahwa “Memori adalah anugerah yang
mengagumkan yang membuat seseorang bisa mengingat masa lalu, mengutarakan
keadaan sekarang dan merenungkan masa depan melalui persamaannya dengan masa
lalu”(adaptasi dari http://www.ababasoft.com/ mnemonik/mnemonik01.htm).
Kamus Oxford mengartikan mnemonik adalah “tentang atau terdesain untuk
membantu ingatan”. Kata mnemonik berasal dari nama dewi memori Yunani
Mnemosyne. Perwujudan dari kemampuan mengingat bangsa Yunani telihat dalam
persembahan kepada para dewa-dewi. Kecanggihan dari teknik mnemonik bisa
didapatkan dimana-mana, akan tetapi beberapa hal berikut ini adalah bantuan
teknik mnemonik yang sederhana untuk mengingat dan dapat digunakan siapa
saja dengan seksama.
Instruksi mnemonik mengacu kepada instruksi atau strategi belajar yang
terancang secara khusus untuk mengingatkan memori. Hal ini dimaksudkan untuk
memodifikasi atau mengubah informasi yang bisa dipelajari dan bertujuan
menghubungkan langsung dengan informasi dimana para pembelajar segera dapat
mengetahuinya.
Mnemonik adalah teknik yang teruji ilmiah berdasarkan pengetahuan manusia
tentang prinsip-prinsip memori. Terdapat hubungan kata untuk membantu mengingat
bahan-bahan, metode pancang, teknik potong, asosiasi (cerita), asosiasi konyol
dan penggunaan akronim dan akrostik. Teknik akronim dapat digunakan saat
mempelajari warna-warna pelangi, yaitu mejikuhibiniu. Strategi mnemonik
terkumpulkan dari berbagai artikel-artikel penelitian yang digunakan untuk
mempelajari nama orang, bahasa asing, negara, ibukota, huruf-huruf alphabet dan
pengejaan beberapa nama.
Teknik Mnemonik
1. Teknik kata kunci (key word)
Teknik kata kunci adalah salah satu teknik mnemonik. Teknik kata kunci
mempunyai berbagai macam variasi aplikasi yang bisa membantu untuk mengingat.
Salah satu kemungkinannya yaitu dalam mengajarkan kata-kata baru.
Teknik ini membantu untuk mengingat bahwa barrister adalah kata lain
dari lawyer, pertama-tama ciptakan kata kunci dari kata asing, barrister.
Kata kunci adalah kata yang terdengar seperti kata baru dan mudah digambarkan.
Lalu ciptakan sebuah gambar dari kata kunci dan definisi tersebut bersama-sama.
Kedua hal tersebut penting saat saling berinteraksi dan tidak ditampilkan dalam
gambar yang sama. Jangan menggunakan gambar bear dan lawyer dalam
satu gambar yang terpisah. Ini menyebabkan gambar tidak menarik karena
elemen-elemennya tidak saling berinteraksi. Lebih baik jika gambar tersebut
adalah gambar beruang yang sedang berakting sebagai pengacara di pengadilan,
contohnya; membela kliennya yang tidak bersalah. Cara lain adalah dengan
menciptakan gambar dan memperlihatkan di atas proyektor, tetapi bisa juga
dilakukan dengan media lainnya. Saat menggunakan teknik ini, harus dipastikan
telah memahami semua bagian dengan baik.
2. Teknik pancang
Pancang adalah teknik hafalan yang digunakan ketika mengingat angka-angka,
meskipun dapat juga digunakan untuk mengingat hal-hal yang lain. Teknik ini
berdasarkan ide bahwa memori jangka pendek itu terbatas pada jumlah benda yang
ada. Biasanya setiap orang dapat mengingat 7 (lebih atau kurang 2) “benda”
dalam memori jangka pendek. Dengan kata lain, orang dapat mengingat 5 sampai 9
barang dalam sekali waktu. Jika diperhatikan, nomor telepon lokal terdiri dari
6-7 digit, hal ini memungkinkan seseorang dapat mengingat dalam sekali waktu.
Saat menggunakan teknik ini untuk mengingat sesuatu, dapat dilakukan dengan
mengurangi jumlah benda yang akan diingat dalam memori dengan meningkatkan
ukuran dari setiap benda. Dalam mengingat jumlah dawai 64831996, bisa dihafal
setiap nomor individu atau dengan memancangnya menjadi 64 83 19 96. Hal ini
berarti angka 64831996 dihafalkan dengan memancangnya, tidak dihafalkan 8 angka
secara keseluruhan, tetapi dipancang-pancang menjadi 4 bagian. Hal ini sangat
membantu jika dari pancangan tersebut terdapat angka yang sudah akrab, (seperti
empat huruf dibelakang di atas 1996 )
3. Teknik Loci
Teknik ini banyak digunakan oleh para orator dalam menyampaikan pidato, hal
ini menggabungkan penggunaan organisasi, ingatan visual dan asosiasi. Sebelum
menggunakan teknik ini, harus diidentifikasi dahulu langkah yang diambil. Dapat
dilakukan saat melangkah dari kelas menuju asrama, mengelilingi rumah, ataupun
hal yang familiar. Hal terpenting adalah ingatan visual dapat dilihat dengan
jelas dari langkah dan objek yang akan dilalui. Setelah menentukan langkah,
bayangkan sedang berjalan melaluinya, dan identifikasi hal-hal yang menonjol yang
akan dilalui. Seperti contohnya, hal pertama yang menonjol (penanda) yang akan
ditemui saat menuju rumah adalah kamar, ruang depan atau aula dari rumah
tersebut dan atau patung yang telah akrab disana. Jumlah hal-hal yang menonjol
(penanda) yang akan dipilih tergantung seberapa banyak benda yang akan diingat.
Setelah menentukan langkah dan memvisualkan penandanya, teknik ini siap
untuk digunakan, langkah-langkah tersebut untuk mengingat materi yang harus
dihafal. Hal ini dilakukan secara mental dengan mengasosiasikan setiap
informasi yang dibutuhkan untuk mengingat dengan salah satu penanda yang ada.
4. Teknik Irama dan lagu
Ritme,
pengulangan, melodi, irama, semua itu dapat membantu untuk menghafal. Dalam
buku Homer’s Odyssey yang berisi tentang cerita Yunani dijelaskan tentang para pencerita yang menggantungkan semua itu pada
ingatannya. Penggunaan irama, ritme, dan pengulangan membantu mereka untuk
mengingat.
Menggunakan teknik ini akan sangat menyenangkan, terutama terhadap
orang-orang yang suka berkreasi. Irama dan lagu akan tergambar dalam memori
auditorium dan akan berguna bagi siapa saja yang ingin belajar nada, lagu dan
puisi dengan mudah. Seperti teknik yang lain, dalam bagian ini mereka
memfokuskan pada hafalan saja tanpa pemaknaan. Sama halnya ketika memikirkan
irama dan lagu, jangan terlalu lama menciptakan mereka (irama).
5. Teknik Akronim
Teknik ini membentuk akronim dengan menggunakan setiap awal huruf dari
sekelompok kata untuk membentuk kata baru. Hal ini akan berguna ketika
menghafalkan kata dalam susunan tertentu. Akronim sangat umum dalam banyak
bahasa dan bidang. Beberapa contoh akronim; PBB (Persatuan Bangsa Bangsa) TNI
(Tentara Nasional Indonesia), FKIP (Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan) dan
LASER (Light Amplification by Stimulated Emission of Radiation).
Meskipun akronim sangat membantu dalam menghafal, teknik ini juga memiliki
kelemahan. Pertama, teknik ini cocok untuk yang senang dengan hafalan, bukan
untuk pemahaman. Bedakan antara pemahaman dengan hafalan, memahami adalah cara
paling jitu untuk mengahafal. Orang berasumsi jika mereka telah menghafal
sesuatu, mereka harus “tahu” itu; tetapi hafalan tidak menyiratkan sebuah
pemahaman. Masalah kedua dari akronim adalah terkadang sulit untuk membentuk
akronim itu sendiri. Tidak semua jenis kata akan dapat disusun dengan teknik
ini. Ahirnya, akronim, seperti teknik-teknik yang lainnya, akan mudah terlupakan
kecuali memang sering dihafalkan.
6. Teknik
Acrostik (kalimat dan susunan kata).
Teknik Acrostik hampir sama pengertiannya dengan teknik akronim. Teknik
acrostik merupakan salah satu teknik mengingat dengan menggunakan huruf pertama
pada setiap kata untuk mengingat. Huruf dalam teknik ini digunakan sebagai kata
pengganti untuk sebuah kata baru. Beberapa contohya adalah:
a. Pipo londo (ping atau perkalian, poro atau pembagian, lan atau
penjumlahan, sudo atau pengurangan) artinya susunan
operasi matematika: Perkalian dan Pembagian sebelum Penambahan dan Pengurangan
b. Kings Phil Came Over for the Genes Special
(Kingdom, Phylum, Class, Order, Genus, Species)
Seperti akronim, susunan kata bisa sangat mudah diingat dan akan sangat
membantu saat membutuhkan sejumlah daftar dari susunan tertentu. Satu manfaat
dari akronim adalah tak terbatas. Jika kalimat kemudian tidak mudah dibentuk
dengan akronim, gunakanlah akrostik. Di satu sisi, Mereka dapat membantu untuk
menghafal seluruh bagian kalimat daripada satu kata (kasus akronim). Disisi
lain, akronim memiliki persoalan, yaitu hanya hafalan tanpa pemahaman.
7. Teknik mengingat dengan Huruf
Teknik huruf, adalah teknik menggunakan huruf dengan cepat untuk mengingat
suatu daftar kata, dan paling mudah dikenal oleh anak-anak. Akronim dari nama
benda akan mudah diingat saat huruf pertama bisa diingat. Hal ini tidak selalu
benar adanya. Sebagai contoh, jika seorang anak tidak tahu tentang sesuatu,
hanya dengan mengingat huruf pertama, tidak akan cukup untuk bisa mengingat
kemudian.
Kesesuaian kata tidak bisa diperoleh dari huruf pertama saja, sebagai
contoh, jika ingin menghafal nama planet yang mengelilingi matahari, huruf yang
tersusun akan menjadi, M-V-B-M-J-S-U-N-P, dari huruf mana kata kemudian bisa terbentuk.
Dalam kasus ini, akrostik bisa digunakan untuk mempermudah, dimana huruf
pertama dapat dikreasi sedemikian rupa sehingga menjadi kalimat. Dapat dibuat
kalimat seperti ”Mbak Vonny beli mangga, jambu dan salak untuk non poppy”.
Nama-nama planet tersebut harus cukup mudah untuk dikenal dengan hanya memberi
huruf pertama, dan harus mudah dibedakan bahwa M itu kepanjangan dari
Merkurius, dan bukan Mars. Contoh yang lain, untuk mengingat klassifikasi
taksonomi dari benda hidup, seperti kalimat, “King Philip’s class ordered a
family of gentle Spaniels.” Kalimat ini bisa berarti, kingdom, phylum, class,
oreder, family, genus, dan species.
8. Teknik Simonides (pasak lokasi)
Teknik hafalan ini ditemukan setelah peristiwa tanah liat di Yunani kuno.
Sekitar tahun 500 sebelum masehi, seorang yunani bernama Simonides telah
memenangkan pertandingan Olimpiade, dan kemenangan tersebut dirayakan di
rumahnya. Ia memberi kata sambutan dan pujian untuk pegulat, kemudian ia
meninggalkan perjamuan tersebut. Ketika ia keluar dari rumah, atap runtuh dan
menjatuhi siapa saja yang ada di dalam rumah. Walaupun tubuh para korban telah
terkoyak-koyak, tetapi Simonides masih dapat mengingat dimana mereka duduk.
Dengan hal itu, ia bisa menyebutkan nama-nama orang yang mengahadiri perjamuan
tersebut. Ia mengetahui dimana setiap orang duduk dan bisa mengingat siapa
mereka.
Simonides menyadari bahwa dengan menggunakan imajinasi dan satu rangkaian
lokasi dapat membantu mengingat hal lainnya. Teknik ini dikenal dengan teknik
simonides (teknik pasak lokasi), tetapi harus mebiasakannya di rumah bukan di
tempat perjamuan.
Teknik ini membantu untuk mengingat suatu keadaan, sama seperti gambar yang
membantu untuk mengingat.
9. Teknik
Chaining
Teknik ini digunakan untuk mengingat daftar urut ataupun tidak urut, tetapi
juga dapat digunakan untuk mengingat hal-hal yang lain misalnya, rumus
matematika ataupun fisika. Teknik ini dibuat dalam bentuk cerita yang mempunyai
alur sekaligus memberi gambaran tentang apa yang diingat.
Teknik ini dapat dikatakan gabungan dari beberapa teknik sebelumnya antara
lain teknik kata kunci, acrostic, teknik mengingat dengan huruf dan yang
lainnya. Teknik ini menggunakan kata-kata kunci sebagai ide pokok dalam cerita,
kata-kata tersebut dapat berupa akrostik ataupun baru berupa huruf-huruf
tinggal bagaimana menggunakan dan merangkai kata-kata untuk menyusun suatu alur
cerita, bahkan kadang juga diperlukan gambar atau bagan untuk memvisualisasikan
cerita.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
بِسْمِ اللّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ